Demurrage Itu Apa? Penyebab, Cara Hitung, dan Cara Menghindarinya

Demurrage muncul saat bongkar muat melewati jatah waktu di kontrak. Ini asal angkanya, penyebab tersering di pelabuhan Indonesia, dan cara menekannya.

Demurrage adalah biaya yang harus dibayar penyewa kapal kepada pemilik kapal ketika bongkar muat memakan waktu lebih lama daripada yang disepakati dalam kontrak. Secara hukum ia bukan denda, melainkan ganti rugi yang nilainya sudah dipatok di muka. Itu sebabnya tagihannya bisa langsung dihitung tanpa pihak mana pun perlu membuktikan kerugian yang benar-benar terjadi.

Titik awalnya selalu laytime, yaitu jatah waktu bongkar muat yang tertulis di charter party. Jatah itu tidak langsung berjalan saat kapal tiba. Hitungannya mulai setelah nakhoda menyampaikan Notice of Readiness, pernyataan bahwa kapal sudah sampai dan siap dikerjakan, ditambah masa tunggu yang disepakati, biasanya enam atau dua belas jam. Kalau pekerjaan selesai sebelum jatah habis, yang muncul justru kebalikannya: despatch, imbalan bagi penyewa, umumnya setengah dari tarif demurrage.

Ada satu hal yang sering tertukar, yaitu demurrage pada pengangkutan kontainer. Di sana pelayaran memberi masa bebas selama kontainer masih berada di terminal, dan melewati masa itu disebut demurrage. Kalau kontainernya sudah keluar terminal tetapi belum dikembalikan, namanya detention. Tarifnya berbeda dan keduanya bisa muncul bersamaan dalam satu invoice, jadi ada baiknya memeriksa definisi yang dipakai masing-masing pelayaran karena penamaannya tidak selalu seragam.

Perhitungannya bertumpu pada Statement of Facts, catatan kronologis kejadian di pelabuhan yang ditandatangani para pihak. Dari dokumen itulah waktu terpakai dihitung lalu dibandingkan dengan laytime. Karena itu ketelitian mencatat sama pentingnya dengan kecepatan bekerja. Jam yang tidak terdokumentasi rapi cenderung berakhir dihitung sebagai waktu Anda.

Klausul pengecualian menentukan lebih banyak hal daripada yang biasanya diduga. Istilah weather working days membuat jam saat hujan tidak ikut dihitung, dan ini penting untuk muatan batu bara yang memang berhenti begitu hujan turun. SHEX dan SHINC menentukan apakah hari Minggu dan hari libur masuk hitungan. Dua kapal dengan kronologi kejadian yang praktis sama bisa berakhir dengan tagihan jauh berbeda hanya karena perbedaan klausul ini.

Di pelabuhan Indonesia, penyebab yang paling sering muncul justru bukan hal rumit. Antrean di area labuh, menunggu pasang untuk kapal berdraft dalam di alur sungai seperti Mahakam, hujan yang menghentikan pemuatan, dokumen yang belum lengkap padahal kapal sudah tiba, sertifikat yang ternyata sudah dekat masa berakhirnya, surveyor yang belum tersedia, serta pengurusan kru dan imigrasi yang tertunda. Satu per satu terlihat kecil, tetapi bertumpuk menjadi hitungan hari.

Yang benar-benar menekan demurrage adalah pekerjaan yang sudah selesai sebelum kapal tiba. Masa berlaku dokumen dan sertifikat diperiksa jauh hari, bukan ketika kapal sudah berlabuh. Kebutuhan provision, air tawar, dan bunker dijadwalkan agar tidak menambah waktu tunggu. Agen yang mengenal pelabuhan setempat tahu urutan mana yang bisa dijalankan bersamaan dan mana yang harus menunggu. Dan Statement of Facts sebaiknya dibaca cermat sebelum ditandatangani, bukan sesudahnya.

PT Persada Mulya Baraka menangani sisi operasional ini dari Jakarta dan Samarinda, mencakup ship husbandry, ship chandler, pengurusan dan perpanjangan sertifikat kapal, general supply, serta underwater survey. Kalau Anda sedang menimbang risiko waktu tunggu untuk satu jadwal kapal, tim kami bisa membantu memetakan mana yang bisa diselesaikan lebih dulu.

Siap Mendukung Operasional Kapal Anda

Hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan ship husbandry, general supply, hingga underwater survey.

Hubungi Tim Kami

Email · ptpersadamulyabaraka@gmail.com